SELAMAT DATANG DI SITUS POKER ONLINE ZOYAQQASIA.COM

Agen Permainan Kartu Terbaik Dan Pasti Sangat Mudah Untuk Menangnya.

PROMO BONUS EXTRA TERBESAR DAN MENARIK

Bonus Rolingan Terbanyak Dan Bonus Referall Tanpa Batas.

Menyediakan 8 Permainan Terbaik 2018

Poker|DominoQQ|Aduq|BandarQ|Capsa susun|Bandar Poker|Sakong|Bandar66 .

SISTEM POKER V TERBAIK

Rasakan Pelayanan Cs Yang Ramah Dan Siap Membantu Kamu 24jam Nonstop.

APLIKASI TERSEDIA DI ANDROID DAN IOS

Download Aplikasi Pkv Di Hp Kesayangan Kamu.

Sunday, August 26, 2018

Adu Mulut, Pria di Sukabumi Terkapar Dibacok Golok


Hanya gara-gara adu mulut, Rehan Muhammad (19) membacok kepala bagian belakang Gun Gun Gunawan (21) dengan menggunakan golok. Korban terkapar bersimbah darah. Polisi berhasil meringkus pelaku.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (25/8/2018) malam atau sekitar pukul 22.30 WIB. Gun Gun Gunawan terlibat adu mulut dengan seorang pemuda yang tak ia kenal di sebuah acara ulang tahun salah satu grup band di Kp. Cipatuguran Rt. 002/006 Desa Jayanti Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.

Ketika acara selesai. Tiba-tiba pelaku yang belakangan ketahui bernama Rehan menghampiri korban dan langsung menendang. Saat korban terjatuh pelaku kemudian mengayunkan senjata tajam jenis golok ke bagian belakang kepala Gun Gun


"Korban tidak menyangka mendapat serangan dari pelaku, kepala bagian belakangnya terkena bacokan. Korban lalu dibawa ke RSUD Palabuhanratu dan membuat laporan polisi, korban secara detil memberikan ciri-ciri pelaku," kata Kasubbag Humas Polres Sukabumi, AKP Sunarto kepada detikcom, Minggu (26/8/2018).

Berbekal ciri-ciri yang diberikan korban, pelaku tertangkap dalam waktu cepat. Pelaku Rehan Muhammad warga Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu.

"Dari tangan pelaku kita amankan sebilah golok sepanjang 20 cm yang diduga dipakai pelaku untuk melukai korban. Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan Unit Reskrim Polsek Palabuhanratu," tandas Sunarto.

Saturday, August 25, 2018

Deklarasi #2019GantiPresiden Tak Ada Izin, Ahmad Dhani: Emang Perlu?


Polisi menyatakan tidak memberi izin digelarnya Deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan, Surabaya pada Minggu (25/8/2018). Ahmad Dhani menanggapi hal tersebut dengan santai.

"Emang perlu izin? nggak perlu izin, itu cuma perlu pemberitahuan kepada Polda (Jatim)," ujar Dhani kepada wartawan saat jumpa pers di Surabaya, Sabtu (25/8/2018).

Saat ditanya terkait potensi aksi ini akan dibubarkan oleh polisi, Dhani mengatakan hal ini tak mungkin. Justru salah besar jika polisi membubarkan aksi ini.

"Tidak perlu izin-izin untuk acara seperti ini. Nggak mungkin, nggak mungkin dibubarkan karena kalau dibubarkan dia salah," lanjut Dhani.

Sebelumnya, deklarasi #2019GantiPresiden menuai banyak protes dari berbagai kalangan. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menegaskan jika aksi ini tidak mendapatkan izin dari pihaknya. Barung juga mengatakan jika hal ini dilanggar, pihaknya akan melakukan penanganan sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Dan kalau ini tetap dilaksanakan berarti ada undang-undang yang dilanggar mereka tidak membaca undang-undang tentang penyampaian pendapat di muka umum. Kami akan melihat eskalasi di lapangan untuk tindakan selanjutnya. Kami bergerak demi ketertiban masyarakat luas," kata Barung.

Aduh Bikin Malu! Inilah Noda-noda Asian Games 2018 yang Mungkin Tak Kamu Ketahui


Sudah seminggu lebih Asian Games 2018 berlangsung. Beberapa cabang olahraga pun juga banyak yang sudah dipertandingkan. Mulai dari sepak bola sampai renang. Kemeriahannya juga kini sudah menyebar ke beragam daerah tanah air dan negara lain di luar Indonesia. Namun, seperti kebanyakan ajang multi event olahraga lainnya, Asian Games 2018 ini juga menyimpan beberapa masalah yang menghiasi kejuaraan tersebut.

Layaknya duri dalam daging, noda-noda tersebut terselip di antara kemeriahan turnamen olahraga besar di Asia tersebut. Hal yang sebenarnya patut disayangkan, pasalnya sedikit mencoreng citra Indonesia di mata negara-negara tetangga atau dunia. Kondisi ini sebenarnya juga menjadi gambaran apabila Indonesia perlu belajar lagi dalam meyelenggarakan sebuah event dunia. Lantas apa sajakah noda-noda yang membuat miris tersebut? Simak ulasan berikut untuk mengetahuinya.

Calo tiket menjadi hantu menakutkan Asian Games 2018


Berbicara pencaloan tiket, masalah ini seperti penyakit kronis yang susah ditumpas. Baik di ajang besar seperti Piala Dunia atau Olimpiade hal tersebut terus saja muncul. Di Asian Games sendiri, calo-calo seperti tidak pernah ada takutnya. Melansir laman Detik.com, sejak kejuaraan ini dibuka mereka sudah berani menunjukkan batang hidupnya. Pada umumnya para calo akan menjual tiket yang dipegang dengan harga kelipatan lebih tinggi. Bahkan tak jarang dijual dengan nilai yang tidak manusiawi. Hadirnya calo bisa dibilang sangat merugikan penonton, pasalnya harus rela merogoh kocek lebih dalam untuk mendukung para atlet Indonesia.

Tempat latihan jauh, beberapa tim harus berlatih seadanya


Selain hinggap terhadap penonton, permasalahan Asian Games 2018 juga menyerang beberapa cabang olahraga. Seperti salah satunya dirasakan oleh Timnas Vietnam yang harus rela berlatih ditempat tak layak. Mereka diketahui menggunakan jalan di depan pabrik Cikarang dan lapangan bola jauh di bawah standar untuk berlatih. Hal ini merupakan butut dari jarak latihan yang ditempuh terlalu jauh. Melansir laman Indosport, untuk sampai ditempat latihan yang disediakan panitia mereka harus menempuh jarak sejauh 50 Km. Kondisi yang sebenarnya bisa ditempuh, namun akan memengaruhi istirahat pemain.

Banyak yang telantar lantaran transportasi amburadul


Hal lain yang juga menjadi noda Asian Games 2018 adalah permasalahan transportasi. Koordinasi yang kerap amburadul, membuat beberapa awak media dan atlet harus rela terkena getahnya. Melansir laman Bolasport, imbas dari permasalahan tersebut adalah harus terlambatnya atlet saat datang ke venue atau pulang untuk beristirahat untuk pertandingan. Padahal waktu menjadi salah satu barang berharga dalam ajang-ajang besar seperti Asian Games ini. Tak jarang pula beberapa orang yang terjebak keruwetan tersebut memilih jalan kaki untuk menuju tempat tujuan. Seperti yang pernah dilakukan oleh para atlet Jepang.

Macet menjadi permasalahan kala Asian Games


Macet agaknya juga menjadi permasalahan yang hadir di event olahraga besar empat tersebut. Meski sudah ada upaya ganjil-genap sebagai penangkalnya, namun beberapa warga ternyata masih merasakan permasalahan tersebut. Seperti yang dirasakan Veri dikutip dari Kompas.com, penduduk Jakarta ini mengeluh dengan mengatakan, “Solusinya apa? Asian Games, atlet jalannya lancar, kita macet. Atlet luar negeri juga harus tahu Jakarta yang sebenarnya. Jangan tahu yang bagusnya saja,”

Beberapa ulasan ini adalah bukti, bagaimana menjadi event olahraga besar bukanlah perkara yang mudah. Banyak hal yang dipikirkan matang-matang ternyata masih saja menemui permasalahan. Hal-hal semacam ini memang meninggalkan noda yang memburuk citra Indonesia, namun juga dapat menjadi pengalaman untuk menyelenggarakan event ke depan.

Friday, August 24, 2018

Simpan Sabu, Indra Surbakti Ditangkap Polres Tanah Karo


Satuan Reskrim (Satres) Polres Tanah Karo, berhasil mengamankan Indra Surbakti yang merupakan seorang petani, karena terbukti menyimpan narkoba jenis sabu-sabu, Kamis (23/8/2018) tengah malam.

Menurut keterangan Kasatresnarkoba Polres Tanah Karo AKP Sopar Budiman, lelaki 37 tahun itu diamankan di kediamannya, di Desa Lambar Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, sekira pukul 23.30 WIB.

"Tersangka berhasil kita amankan setelah mendapat laporan dari masyarakat, saat dicek ke TKP, dan digeledah, benar pelaku menyimpan narkoba jenis sabu," ujar Sopar, Jumat (24/8/2018).

Dari tangan pelaku, petugas berhasil menyita barang bukti 12 paket sabu sebesar 1,84 gram, tiga plastik klip kosong, dua pipet plastik, satu buah kompeng warna kuning, satu potong kaca pirex, satu unit hanphone, dan uang tunai sebesar Rp 100.000.

Setelah cukup bukti, tersangka kemudian dibawa ke Polres Tanah Karo untuk dilakukan penyelidikan.

"Setelah kita amankan, selanjutnya kita lanjuti dengan memeriksa saksi dan tersangka, menggelar perkara tahap awal dan kemudian kita lakukan penyidikan," katanya.




Polisi Ancam 'Penggoreng' Isu SARA dalam Kasus Iwan Adranacus


Kasus tabrakan maut bos pabrik cat terkemuka, Iwan Adranacus, belakangan 'digoreng' pihak tertentu menjadi isu SARA. Polisi memberikan peringatan keras, bahkan siap menangkap penyebar isu tersebut di media sosial.

Hal tersebut disampaikan Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen (Pol) Ahmad Luthfi, usai berkunjung ke Mapolresta Surakarta, Jumat (24/8/2018).

Ahmad Luthfi juga meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan isu-isu liar yang beredar di media sosial. Masyarakat diajak menjaga ketertiban dan keamanan kota.

"Masyarakat jangan terpancing isu-isu yang beredar. Nanti akan kita lakukan tindakan," katanya.

Kapolresta Surakarta, Kombes (Pol) Ribut Hari Wibowo, menambahkan bahwa kasus saat ini sudah ditangani secara profesional. Masyarakat diminta mempercayakan kasus itu kepada polisi.

"Sejak awal sudah kita tangani secara profesional, transparan dan akuntabel. Percayakan pada kami. Silakan mengawal," ujar Ribut.

Mengenai isu SARA, dia mengaku telah memiliki tim khusus yang berpatroli di media sosial. Namun Ribut mengatakan akan lebih fokus menangani kasus dugaan pembunuhan ini.

"Media sosial ada timnya sendiri. Kami akan lebih fokus kepada kasus ini," tuturnya.

Adapun dalam kasus ini, Iwan diduga sengaja menabrak pemotor bernama Eko Prasetio di Jalan KS Tubun Solo, Rabu (22/8). Akibatnya, Eko terpental dan sempat terseret hingga tewas.

 
close