Friday, August 17, 2018
Home »
» Tanpa Dua Sosok Ini, Mungkin Kita Tak akan Pernah Melihat Suasana Proklamasi Kemerdekaan RI
Tanpa Dua Sosok Ini, Mungkin Kita Tak akan Pernah Melihat Suasana Proklamasi Kemerdekaan RI
Kamera mungkin adalah bentuk nyata dari sebuah mesin waktu.
Tanpa kamera, kita tidak bisa menghentikan waktu, merekam momen, untuk diabadikan lalu diperlihatkan pada generasi selanjutnya.
Itulah alasan, mengapa foto adalah sebuah dokumen penting, apa lagi foto-foto tersebut menunjukkan momen dan peristiwa penting pada masa lalu.
Mungkin sosok Frans Soemarto Mendur juga menjadi sosok yang sangat layak dikenang oleh publik Indonesia.
Beliau adalah salah satu dari para fotografer yang mengabadikan detik-detik proklamasi kemerdekaan Indoensia pada 17 Agustus 1945.
Frans Mendur bersama sengan saudara kandungnya, Alex Impurung Mendur, mereka adalah dua orang yang berjasa besar dalam mengabadikan momen penting tersebut.
Karya-karyanya inilah yang selanjutnya menjadi saksi sejarah kemerdekaan Indonesia pada 1945 silam.
Hingga yang tersisa adalah foto-foto dari Frans, yang diterbitkan pertama kali oleh Harian Merdeka pada 1946 silam.
Salah satu foto Frans yang terkenal adalah foto Bung Karno ketika membaca teks proklamasi.
Jika dilihat dari kamera yang digunakan Frans saat itu sebenarnya, keluarga Mendur bukanlah fotografer sembarangan.
Sebab ia menggunakan kamera Leica berukuran kecil yang pada saat itu digunakan oleh wartawan foto di Eropa pada 1937.
Pasca memotret momen sakral tersebut, Frans menjadi satu-satunya orang yang mengabadikan peristiwa bersejarah itu.
Sebab kakaknya Alex ditangkap oleh tentara Jepang, lalu foto-fotonya di musnahkan oleh pihak Jepang.
Getirnya lagi waktu itu Frans juga nyaris di tangkap oleh tentara Jepang, foto Bung Karno saat membacakan naskah proklamasi nyaris di rampas Jepang.
Namun, Frans mengaku film negatif tersebut telah diambil oleh barisan pelopor.
Padahal negatif foto yang dipegang Frans saat itu berisi peristiwa yang sangat penting ia menyembunyikan dengan cara menguburnya di tanah, dekat sebuah pohon di halaman belakang kantor harian Asia Raya.
Kalau saja saat itu negatif film tersebut dirampas oleh tentara Jepang.
Maka kemungkinan besar yang terjadi adalah generasi sekarang dan generasi yang akan datang tidak akan pernah tahu, seperti apa peristiwa sakral tersebut berlangsung.










Cari Situs Judi Online yang fair ?
ReplyDeleteNo BOT - No ADMIN dan murni PLAYER vs PLAYER
Solusinya hnya di CROWNQQ AGEN BANDARQ TERPERCAYA
Bonus Refferal 20%
Bonus Turn Over 0,5%
Hanya dengan nominal deposit 20ribu sudah bisa bermain 8 game
Dan raih jackpot puluhan sampai ratusan juta setiap harinya..
WHATSAPP : +855967646513
PIN BB : 2B382398
https://ratuhoki99.com
https://ratuhoki99.net
https://ratuhoki99.org